Rain Syndrome, Again... ^_^

by 06.43 0 komentar

4 April 2014 pukul 23:28
-------------------------------
"Lagi-lagi hujan..." gerutu gadis bermata bening itu. Sudah lebih dari 2 jam dia berada di halte ini. Namun tak ada satupun bus yang lewat.

Kini sambil menyelonjorkan kakinya yang letih, jemarinya sibuk mengutak-atik gadget putih berlayar lebar itu. Terlihat sibuk dengan dunianya sendiri.

"Hey, kalo jalan itu pakai mata dong..." sungutnya kesal. Pemuda bermanik mata hitam yang tanpa sengaja menendang kakinya itu seakan tak peduli dengan kekesalan gadis itu.

Gadis itu bertambah kesal, karena melihat pemuda itu seperti tak ada niat untuk meminta maaf. Untung saja ini tempat umum, sehingga dia tak harus bersusah payah mengeluarkan amarahnya pada pemuda itu.

"Apa kau suka hujan?" tiba-tiba sebuah pertanyaan terdengar di telinga gadis bermata bening itu.

"Yang bertanya tadi itu, kamu?" tunjuknya pada pemuda itu, yang ternyata kini tengah menatapnya, entah sejak kapan.

"Menurutmu? Apa kau kira, bangku ini yang bertanya? Bodoh..." jawab pemuda itu.

"Apa kamu bilang? Hey, aku bukan orang bodoh. Jaga ucapanmu..." gadis itu bangun dari duduknya, sembari menatap sangar lawan bicaranya.

"Ah, maafkan aku. Sudahlah, jangan menatapku dengan tatapan mengerikan seperti itu..." pemuda itu beranjak dari duduknya, menadahkan tangannya dibawah guyuran hujan.

"Kamu..." gadis itu benar-benar marah. Tangannya sudah terkepal. Tapi tiba-tiba pemuda itu berkata,

"Kau sangat menyukai hujan, bukan? Bahkan kau rela hujan-hujanan hanya untuk bermain bersamanya. Kau sangat menyukai hujan, apalagi jika kau bersamanya, dan karena hujan kau bertemu dengannya..." pemuda itu berhenti sejenak, kemudian memalingkan wajahnya untuk menatap gadis itu, yang kini mematung.

"Bagaimana dia tahu? Tak ada yang tahu tentang aku dan hujan, selain orang itu..." gadis itu membatin.

"Tapi, ternyata, hujan juga yang memisahkan kalian, sehingga sekarang kau benci hujan. Bukan begitu, Miss Rain..." pemuda itu tersenyum.

"Bagaimana dia tahu pangilan itu? Hanya orang itu yang memanggilnya dengan panggilan itu, apa mungkin...?" lagi-lagi gadis itu membatin.

Pemuda itu melanjutkan,
"Dan kita kembali dipertemukan oleh hujan, Miss Rain, Viola..." pemuda bernama Mozart itupun tersenyum manis melihat keterkejutan Viola.

"Kamu kembali, Mozart?" Viola pun tersenyum manis menatap pemuda yang dulu pernah menghilang dari hidupnya.

Dan hujanpun kembali menjadi saksi mereka. Saksi yang menyejukkan dahaganya kerinduan.

=====
FIN...
#gaje nian..wkwkk :D
by:

Aishah

Developer

Cras justo odio, dapibus ac facilisis in, egestas eget quam. Curabitur blandit tempus porttitor. Vivamus sagittis lacus vel augue laoreet rutrum faucibus dolor auctor.

0 komentar:

Posting Komentar