Rain Drop

by 05.58 0 komentar

19 Maret 2014 pukul 20:18
--------------------------------
"Rain, apa lagi yang kamu lakukan disana?" lagi-lagi pertanyaan itu, aku sudah muak mendengarnya. Tak bisakah sekali saja dia membiarkanku. Aku hanya ingin menikmati tetesan ini sendiri.

"Sebenarnya apa maumu, haah? Tak bisakah kau menjauh dariku?" aku sudah tak tahan, mau
tak mau aku harus menyuruhnya menjauh, agar aku tak lagi mendengar pertanyaannya.

"Rain, aku hany..."

"Pergilah, Reina. Aku ingin kau menghilang dari hadapanku." aku benar-benar marah sekarang, padahal dia belum sempat menyelesaikan kata-katanya. Masa bodoh.

"Baiklah, kalau itu maumu. Aku pergi. Jaga dirimu. Selamat tinggal, Rain.." ucapnya lirih tanpa ekspresi.

Diapun pergi seiring bertambahnya tetesan itu.

"Seharusnya aku yang mengatakan kalimat itu. Maafkan aku, Reina. Aku hanya tak ingin melihatmu menangis ketika aku pergi untuk selamanya. Maafkan aku, Reina..."

"Rain, aku tahu kenapa kamu mengusirku. Kamu hanya tak ingin melihatku bersedih. Sebenarnya, aku ingin memberitahumu, bahwa waktuku sudah tidak lama lagi. Aku juga akan pergi untuk selamanya. Maafkan aku, Rain..."

Dan tetesan itu semakin bertambah. Kian deras. Menimbulkan suara gaduh di rumah sakit itu. Sehingga tak ada yang tahu, bahwa dua insan yang saling mencinta dalam diam itu, telah kembali kepada Pencipta-nya.

oooOoooOooo

Cerita gaje... :D
by:

Aishah

Developer

Cras justo odio, dapibus ac facilisis in, egestas eget quam. Curabitur blandit tempus porttitor. Vivamus sagittis lacus vel augue laoreet rutrum faucibus dolor auctor.

0 komentar:

Posting Komentar